Hutan Adat Sungai Utik: Inspirasi Ekowisata Berkelanjutan dari Jantung Kalimantan

Authors

  • Kandida Dheananda Sianipar Program Studi Ekonomi Pembangunan,Universitas Tanjungpura Author
  • Albertus Lingga Program Studi Ekonomi Pembangunan,Universitas Tanjungpura Author

DOI:

https://doi.org/10.70716/emis.v3i2.315

Keywords:

hutan adat sungai utik, dayak iban, pengelolaan hutan, daya tarik wisata, ekowisata berbasis komunitas dan berkelanjutan

Abstract

Hutan Adat Sungai Utik di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, merupakan contoh keberhasilan masyarakat adat Dayak Iban dalam menjaga kelestarian hutan melalui aturan dan kelembagaan adat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur untuk mengkaji keterkaitan pengelolaan hutan adat, daya tarik wisata, dan potensi ekowisata berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi hutan hujan tropis yang masih terjaga, kejernihan Sungai Utik, keberadaan Rumah Betang, serta praktik budaya dan kearifan lokal menjadi daya tarik utama kawasan. Pengembangan ekowisata berbasis komunitas melalui homestay, pemandu lokal, trekking hutan, dan penjualan kerajinan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan. Dengan demikian, Hutan Adat Sungai Utik berpotensi menjadi model ekowisata berkelanjutan yang mengintegrasikan konservasi lingkungan, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat.

References

Agrawal, A., & Gibson, C. C. (1999). Enchantment and disenchantment: The role of community in natural resource conservation. World Development, 27(4), 629–649.

Bahri, S., & Lestari, E. T. Preservation of Iban Dayak Community Customary Forests through Cultural Mitigation: A Case Study in Utik River, Kapuas Hulu.

Berkes, F. (2004). Rethinking community-based conservation. Conservation Biology, 18(3), 621–630.

Ceballos-Lascuráin, H. (1996). Tourism, ecotourism, and protected areas. IUCN Publications.

Dressler, W., et al. (2010). From hope to crisis and back again? A critical history of the global CBNRM narrative. Environmental Conservation, 37(1), 5–15.

Hiwasaki, L. (2006). Community-based tourism: A pathway to sustainability for Japan’s protected areas. Society & Natural Resources, 19(8), 675–692.

Initiative, E., & Studies, C. (N.D.). Republic Of Indonesia INDIGENOUS GROUP OF LONGHOUSE.

Krimasusini, P., & Ayu, I. (2023). Kajian Posisi Destinasi Ekowisata Sungai Utik Berdasarkan Tourism Area Life Cycle . Jurnal Destinasi Pariwisata. 11(2), 217–226.

Leo, S., Supriatna, J., Mizuno, K., & Margules, C. (2022). Indigenous Dayak Iban Customary Perspective On stainable Forest Management, West Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas, 23(1), 424-435. htps://Doi.Org/10.13057/Biodiv/D230144

Liani, M. F., Roslinda, E., & Muin, S. (2015). Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Adat Di Dusun Sungai Utik Desa Batu Lintang Kecamatan Embaloh Hulu Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Hutan Lestari, 4(3), 273-281.

Lily, F. L., Bahari, Y., & Rustiyarso, R. (2020). Analisis Penerapan Nilai Kearifan Lokal Rumah Betang Dayak Iban Di Sungai Utik Kecamatan Embaloh Hulu. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 9(9).

Prasetyo, D., & Suranto, S. (2021). Analisis Faktor Keberhasilan Desa Adat Dayak Iban Sungai Utik dalam Memenangkan Equator Prize Tahun 2019. Journal of Social and Policy Issues, 94-99.

Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249.

Sim, E. N. D. R. (2025). KEBERHASILAN PENGEMBANGAN DESA WISATA BATU LINTANG KABUPATEN KAPUAS HULU KALIMANTAN BARAT. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa, Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang, 23(1).

Stone, M. T., & Wall, G. (2004). Ecotourism and community development: Case studies from Hainan, China. Environmental Management, 33(1), 12–24.

Subagia, R., Musti’ah, M., & Suwarno, A. (2025). Nilai Nilai Kearifan Lokal Suku Dayak Iban Dalam Menjaga Pelestarian Hutan Sebagai Sumber Pembelajaran Geografi. Geo Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan Geografi Dan Pariwisata, 5(1), 29–38.

Toledo, V. M. (2001). Indigenous peoples and biodiversity. Encyclopedia of Biodiversity, 3, 451–463.

Weaver, D. B. (2001). Ecotourism as mass tourism: Contradiction or reality? Cornell Hotel and Restaurant Administration Quarterly, 42(2), 104–112.

Zeppel, H. (2006). Indigenous ecotourism: Sustainable development and management. CABI Publishing.

Downloads

Published

2025-12-28

How to Cite

Hutan Adat Sungai Utik: Inspirasi Ekowisata Berkelanjutan dari Jantung Kalimantan. (2025). Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Bisnis, 3(2), 61-66. https://doi.org/10.70716/emis.v3i2.315