Bukit Kelam Sebagai Destinasi Wisata Alam dan Penggerak Pembangunan Daerah Berkelanjutan

Authors

  • Septarius Pius Program Studi Ekonomi Pembangunan, Universitas Tanjungpura, Indonesia Author
  • Adrianus Lingga Program Studi Ekonomi Pembangunan, Universitas Tanjungpura, Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.70716/emis.v3i2.314

Keywords:

bukit kelam, ekowisata, pemberdayaan masyarakat, pembangunan berkelanjutan, UMKM

Abstract

Bukit Kelam merupakan destinasi wisata alam unggulan yang terletak di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia. Kawasan ini dikenal luas karena keunikannya sebagai salah satu monolit granit terbesar di dunia. Bukit Kelam memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata alam, wisata budaya, dan pendidikan lingkungan. Pengembangan tersebut juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap dokumen pengelolaan pariwisata, laporan pemerintah, dan informasi publik yang berkaitan dengan Bukit Kelam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan sektor pariwisata di Bukit Kelam memberikan kontribusi signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, peningkatan partisipasi sosial, dan pelestarian warisan budaya. Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan infrastruktur dan isu keberlanjutan. Oleh karena itu, pengelolaan kolaboratif yang melibatkan masyarakat lokal, pemerintah, dan pihak swasta menjadi kunci untuk mewujudkan pengembangan ekowisata yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

References

Ardahaey, F. T. (2011). Economic impacts of tourism industry. International Journal of Business and Management, 6(8), 206-215. https://doi.org/10.5539/ijbm.v6n8p206

DetikTravel Team. (2023). Pesona Bukit Kelam, Batu Raksasa dengan Keindahan Memukau. https://travel.detik.com/cerita-perjalanan/d-6539165/pesona-bukit-kelam-batu-raksasa-dengan-keindahan-memukau

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. (2022). Bukit Kelam di Sintang: Batu Monolit Terbesar di Dunia dengan Segala Keunikannya. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-pontianak/baca-artikel/14003/Bukit-Kelam-di-Sintang-Batu-Monolit-Terbesar-di-Dunia-dengan-Segala-Keunikannya.html

DPMPTSP Kabupaten Sintang. (2024). Bukit Kelam. https://dpmptsp.sintang.go.id/berita/item/13-bukit-kelam.html

Indonesia Tourism. (2023). Kelam Hill in Sintang Regency, West Kalimantan. https://www.indonesia-tourism.com/west-kalimantan/sintang/kelam_sintang_hill.html

Kalimantan News. (2024). Wisata Alam Ekstrem di Kalimantan Barat: Menaklukkan Bukit Kelam. https://www.kalimantan-news.com/wisata-alam-ekstrem-di-kalimantan-barat-menaklukkan-bukit-kelam-batu-monolit-terbesar-di-dunia/

Mestika Zed. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan (Edisi Pertama). Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta.

Miles, M. B. ., Huberman, A. M. ., & Saldaña, Johnny. (2014). Qualitative data analysis : a methods sourcebook. SAGE Publications, Inc.

Moleong, L. J. . (1989). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Nugraha, Y. E., & Flora, V. A. (2022, March). Economic impact of tourism development in coastal area: a multiplier effect analysis approach. In International Conference on Applied Science and Technology on Social Science 2021 (iCAST-SS 2021) (pp. 127-133). Atlantis Press.

Nurul Pajriah, P., Sulaksana, J., & Umyati, S. (2025). DAMPAK BERGANDA (MULTIPLIER EFFECT) OBJEK WISATA TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT LOKAL. MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), 8(1), 203–212. https://doi.org/10.52434/mja.v8i1.42443

Nuryadin, D., & Purwiyanta, P. (2023). Multiplier Effects of Tourism Sector in Yogyakarta: Input-Output Analysis. JEJAK, 16(1). https://doi.org/10.15294/jejak.v16i1.40054

Oktaviani, A. B., & Yuliani, E. (2023). Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat. Jurnal Kajian Ruang, 3(1), 1. https://doi.org/10.30659/jkr.v3i1.22574

Rodrigues, C., Liberato, D., Brandão, F., Liberato, P., & Mendes, T. (2025). Sustainable Tourism Development: Literature Review for a New Conceptual Model (pp. 769–796). https://doi.org/10.1007/978-3-031-78471-2_35

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi 2). Alfabeta.

Todaro, M. P. ., & Smith, S. C. (2009). Economic development (9th Edition). Pearson Addison Wesley. https://books.google.com/books?id=X9FPAQAACAAJ

Tohopi, R., Ngabito, F. M., & Mukdin, N. B. (2025). Implementasi Community-Based Tourism sebagai Strategi Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial, 11(1), 159–171. https://doi.org/10.23887/jiis.v11i1.94077

Vidya Yanti Utami, M. Yusuf, S. Y., & Mashuri, J. (2022). PENERAPAN COMMUNITY BASED TOURISM DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT. TheJournalish: Social and Government, 3(3), 219–226. https://doi.org/10.55314/tsg.v3i3.286

Wijaya, N. S., & Sudarmawan, I. W. E. (2019). COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DTW CEKING DESA PEKRAMAN TEGALLALANG. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 10(1), 77–98. https://doi.org/10.22334/jihm.v10i1.162

Downloads

Published

2025-12-26

How to Cite

Bukit Kelam Sebagai Destinasi Wisata Alam dan Penggerak Pembangunan Daerah Berkelanjutan. (2025). Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Bisnis, 3(2), 54-60. https://doi.org/10.70716/emis.v3i2.314