Resiliensi Anak Pertama yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga Ditinjau dari Coping Stres dan Dukungan Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.70716/perseptif.v4i3.752Keywords:
Firstborn Child, Stress Coping, Family Support, Resilience, Family BreadwinnerAbstract
The firstborn child who acts as the family breadwinner carries a heavy economic responsibility, making them vulnerable to psychological distress and requiring the ability to bounce back and endure (resilience). This study aims to empirically examine the relationship between stress coping and family support with resilience in firstborn children who serve as family breadwinners. The research method used was quantitative correlational, with a sample of 120 respondents selected through a quota sampling technique. Data collection was conducted using a resilience scale, a stress coping scale, and a family support scale. The data were then analyzed using a two-predictor regression analysis technique. The results showed a very significant relationship between stress coping and family support simultaneously with resilience (R = 0,724; F = 64,430, p = 0,000), with an effective contribution of 52.4% (R2=0,524). Partially, there was a significant positive relationship between stress coping and resilience (r = 0,582; p = 0,000) as well as family support and resilience (r = 0,614; p = 0,000). The conclusion of this study is that adaptive stress coping and strong family support contribute significantly to increasing the resilience of firstborn children who take on the role of the family breadwinner.
References
Amir, J. (2020). Resiliensi psikologis: Sebuah kajian literatur tentang kemampuan beradaptasi positif. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 8(2), 112–125. https://doi.org/10.22219/jipt.v8i2.11254
Anugari, S. D., & Masykur, A. M. (2020). Berjuang di usia muda: Pengalaman anak sulung sebagai tulang punggung keluarga. Jurnal EMPATI, 9(4), 312–320. https://doi.org/10.14710/empati.2020.29254
Azzahra, P., & Mustofa, T. A. (2024). Hubungan antara coping stress dan tingkat religiusitas dengan resiliensi mahasiswa dengan latar belakang orang tua bercerai [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta]. UMS ETD-db.
Carver, C. S., Scheier, M. F., & Weintraub, J. K. (1989). Assessing coping strategies: A theoretically based approach. Journal of Personality and Social Psychology, 56(2), 267–283. https://doi.org/10.1037/0022-3514.56.2.267
Chandra, Y. (2015). Stres, coping, dan resiliensi pada dewasa muda. UI Publishing/Penerbit Universitas Indonesia.
Faradiah, R., Lestari, S., & Rahmawati, A. (2021). Dukungan sosial keluarga dan resiliensi pada remaja. Jurnal Intervensi Psikologi, 13(2), 89–102. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol13.iss2.art2
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2014). Multivariate data analysis (7th ed.). Pearson Education.
Hardavi, N. (2023). Role strain yang dialami oleh anak sulung [Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta]. Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
House, J. S. (1981). Work stress and social support. Addison-Wesley.
Irianti, R., Purwadi, P., & Yuzarion, Y. (2019). Hubungan dukungan keluarga dan konsep diri dengan resiliensi mahasiswa fisioterapi Yayasan Angga Binangun Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 7(2), 101–112. https://doi.org/10.22219/jipt.v7i2.8456
Islami, N. P., & Rahmasari, D. (2022). Dinamika resiliensi anak sulung yang berperan sebagai tulang punggung keluarga. Karakter: Jurnal Penelitian Psikologi, 9(3), 204–215. https://doi.org/10.26740/kjp.v9n3.p204-215
Kurniawan, A. (2022). Fenomena anak pertama putus sekolah demi membantu perekonomian keluarga. Sosio Informa: Kajian Permasalahan Sosial dan Usaha Kesejahteraan Sosial, 8(1), 45–58. https://doi.org/10.33007/inf.v8i1.2845
Missasi, V., & Izzati, I. D. C. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi. Prosiding Seminar Nasional Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan, 433–441.
Muhlisa, S., & Nur'aeni, N. (2021). Hubungan antara strategi coping dengan resiliensi akademik pada mahasiswa Fakultas Kedokteran. Jurnal Psikologi Islam, 18(2), 121–134. https://doi.org/10.18592/jpi.v18i2.4512
Nashori, F., & Saputro, S. (2021). Faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi pada individu dengan beban kerja tinggi. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 9(1), 22–35. https://doi.org/10.22219/jipt.v9i1.13452
Pesik, C., Kairupan, R., & Buanasari, A. (2021). Hubungan dukungan keluarga dengan resiliensi caregiver skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Poigar dan Puskesmas Ongkaw. Jurnal Keperawatan, 9(1), 40–47. https://doi.org/10.35790/jkp.v9i1.36781
Pratiwi, A., & Hirmaningsih, H. (2016). Resiliensi pada anak pertama sebagai penopang ekonomi keluarga. Jurnal Psikologi Ulayat, 3(2), 130–143. https://doi.org/10.24854/jpu22016-64
Reivich, K., & Shatté, A. (2002). The resilience factor: 7 keys to finding your inner strength and overcoming life's hurdles. Three Rivers Press.
Retnowulandari, W. (2016). Perlindungan hukum terhadap anak yang bekerja sebagai tulang punggung keluarga. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 23(1), 54–68. https://doi.org/10.20885/iustum.vol23.iss1.art4
Sanger, [inisial belum jelas], & Sigar, [inisial belum jelas]. (2024). [Judul belum dapat diverifikasi — mohon konfirmasi penulis].
Sapphira, T., & Suryadi, S. (2022). Peran orang tua dalam pembentukan karakter anak di era digital. Jurnal Pendidikan Anak, 11(2), 150–161. https://doi.org/10.21831/jpa.v11i2.48910
Saputri, R., & Sujarwo, S. (2017). Pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap resiliensi mahasiswa rantau. Jurnal EMPATI, 6(3), 112–120. https://doi.org/10.14710/empati.2017.19741
Sianturi, S. F., & Huwae, A. (2023). Harga diri dan resiliensi pada perempuan dewasa awal yang bekerja sebagai tulang punggung keluarga. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 169–187. https://doi.org/10.30738/sosio.v9i2.14488
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Khusnul Mar’iyah, Mohammad Khasan (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




