Peran Lembaga Adat dalam Pembangunan Sosial Masyarakat Desa di Kabupaten Sumba Timur

Authors

  • Yosua Dongga Landu Praing Program Studi Sosiologi, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba, Waingapu, Indonesia Author
  • Maria P. L. Muga Department of Anthropology, University of Melbourne, Melbourne, Australia Author
  • John Lodewijks Department of Economics, La Trobe University, Melbourne, Australia Author

DOI:

https://doi.org/10.70716/perseptif.v2i3.411

Keywords:

indigenous institutions, social development, rural community, East Sumba, social capital

Abstract

Indigenous institutions play a strategic role in maintaining social cohesion, managing local resources, and promoting social development in rural communities. In East Sumba Regency, these institutions function not only as guardians of traditional values and norms but also as key actors in village development planning and implementation. This study aims to analyze the role of indigenous institutions in rural social development in East Sumba Regency and to identify the challenges and opportunities for strengthening their roles. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that indigenous institutions significantly enhance community participation, strengthen social capital, and mediate relationships between village communities and local governments. However, their roles face challenges such as limited formal recognition, state regulatory intervention, and socio-cultural changes driven by modernization. This study concludes that strengthening synergy between indigenous institutions and village governments is essential for achieving inclusive and sustainable social development in East Sumba Regency.

References

Bili, M., Yohanes, S., & Lamataro, C. W. T. (2024). Penggunaan dana desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa di Desa Mandungo dan Desa Denduka, Kecamatan Wewewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya. Jurnal Hukum Bisnis, 13(4). https://doi.org/10.47709/jhb.v13i04.4379

Djaha, A. S. A., Djaha, S. M. A., & Holivil, E. (2025). Pemberdayaan lembaga adat desa melalui penyuluhan dan rencana aksi komunitas di Malaka Barat. Jurnal Masyarakat Mandiri, 9(4). https://doi.org/10.31764/jmm.v9i4.33152

Djaha, A. S. A., Lino, M. M., & Mau, A. E. (2018). Social capital making through local institution: A village community empowerment strategy in the Pulau Buaya Village, East Nusa Tenggara of Indonesia. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, (5), 112–120. https://doi.org/10.18551/RJOAS.2018-05.14

Ebrilianti, D. F., Pranawa, S., & Nurhadi. (2022). Peran ketua adat Sedulur Sikep dalam meningkatkan pembangunan masyarakat di Desa Sambongrejo. Indonesian Journal of Social and Economic Development, 2(2). https://doi.org/10.52483/ijsed.v2i2.33

Gunawan, J., & Irawansyah, I. (2022). Eksistensi kelembagaan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) dalam penolakan Rancangan Peraturan Daerah masyarakat hukum adat di Sumbawa. JUPE: Jurnal Pendidikan Mandala, 7(1). https://doi.org/10.58258/jupe.v7i1.3001

Jemarung, H. B., Helan, Y. G. T., & Lamataro, C. W. T. (2024). Kedudukan dan fungsi lembaga kemasyarakatan desa di Desa Buar Kecamatan Rahong Utara Kabupaten Manggarai berdasarkan Permendagri Nomor 18 Tahun 2018. Jurnal Presidensial, 1(3). https://doi.org/10.62383/presidensial.v1i3.61

Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2015). Pemberdayaan komunitas adat terpencil melalui pelayanan terpadu di Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kementerian Sosial RI.

Landu Praing, Y. D., Muga, M. P. L., & Oematan, H. M. (2025). Kearifan lokal sebagai simbol dalam penyusunan APBDes pada Desa Rindi di Kabupaten Sumba Timur. Indo-Fintech Intellectuals Journal of Economics and Business, 5(3). https://doi.org/10.54373/ifijeb.v5i3.3905

Lede Bili, M. N., Nugroho, T., & E. W. (2023). Kendala pemberdayaan komunitas adat terpencil di Desa Patiala Dete Kecamatan Laboya Barat Kabupaten Sumba Barat. Journal of Indonesian Rural and Regional Government, 7(1). https://doi.org/10.47431/jirreg.v7i1.316

Lodewijks, J. (1995). The Uma-economy: Indigenous economics and development work in La Wonda, Sumba (Eastern Indonesia). Journal of Economic Issues, 29(4), 1151–1168. https://doi.org/10.1080/00213624.1995.11505760

Nasrul, W. (2013). Peran kelembagaan lokal adat dalam pembangunan desa. Jurnal Ekonomi Pembangunan: Kajian Masalah Ekonomi dan Pembangunan, 14(1), 1–16. https://doi.org/10.23917/JEP.V14I1.164

Olgariani, S. W., Stefanus, K. Y., & Tupen, R. R. (2025). Identifikasi dan penguatan lembaga adat dalam mendukung pemerintahan desa di Desa Todo Kecamatan Satar Mese Utara Kabupaten Manggarai. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(1). https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i1.5149

Pribadiono, A. (2016). Lembaga desa adat dalam pembangunan desa menurut UU No. 6 Tahun 2014: Antara kemandirian dan subordinasi pengaturan. Lex Jurnalica, 13(1), 1–12.

Qurbani, I. D., Hakim, M. L., & Anshari, T. S. N. (2020). The urgency of the formation of village regulations concerning customary institutions in creating legal protection for the adat community of Ngadisari Village. Constitutionale, 1(2). https://doi.org/10.25041/constitutionale.v1i2.2119

Rahman, K., Syafhendry, & Prayuda, R. (2020). Village government’s work relationship with indigenous institutions in Indonesia. Journal of Governance Studies, 5(1), 45–60.

Rihi, D. W., Daeng, E., & Benyamin, R. A. (2024). Implementation of community empowerment policy: Study on the customary institution of Haumeniana Village. Journal of Social Research, 3(11). https://doi.org/10.55324/josr.v3i11.2289

Setyobudi, T. (2025). Pemberdayaan masyarakat melalui pemerintahan desa menuju kemandirian sosial. PengabdianMu, 10(3). https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v10i3.8629

Slikkerveer, L. J. (2019). Gotong royong: An indigenous institution of communality and mutual assistance in Indonesia. Dalam Indigenous knowledge systems and sustainable development (hlm. 235–250). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-030-05423-6_14

Sumarlin, Anton, & Ismiati. (2022). Analisis bentuk, pola pelaksanaan dan peran Basiru dalam pembangunan pedesaan di Desa Selante Kabupaten Sumbawa. Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian, 7(6). https://doi.org/10.37149/jimdp.v7i6.133

Vel, J. A. C., & Tehubijuluw-Umboh, M. (2010). Ekonomi Uma: Penerapan adat dalam dinamika ekonomi berbasis kekerabatan. Pustaka Pelajar.

Wardana, A. (2024). Sumangêqna Wanuaé: Konstruksi sosial dan identitas lembaga adat Desa Wanua Tosora di Kabupaten Wajo. Emik, 7(1). https://doi.org/10.46918/emik.v7i1.2197

Yamin, A. (2024). Identification and defense of local communities through the village’s original authority. Pena Justisia, 23(3). https://doi.org/10.31941/pj.v23i3.4911

Downloads

Published

2024-08-25

How to Cite

Praing, Y. D. L., Muga, M. P. L., & Lodewijks, J. (2024). Peran Lembaga Adat dalam Pembangunan Sosial Masyarakat Desa di Kabupaten Sumba Timur. PERSEPTIF: Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(3), 104-111. https://doi.org/10.70716/perseptif.v2i3.411